PDI Perjuangan Tetap Konsisten Sebagai Partai Ideologis, Penjaga Demokrasi dan Merawat Ibu Pertiwi

Oleh: Setiawan, Kader dan Politisi Muda PDI Perjuangan.
Selasa, 13 Januari 2026 14:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Tiga catatan menarik dari rangkaian rakernas I PDI Perjuangan 2026. Pertama, pilar utama penjaga demokrasi. Dalam pidatonya, Ibu Megawati mengatakan, demokrasi yang sehat menuntut adanya keseimbangan kekuasaan.

Kekuasaan harus berjalan dalam koridor konstitusi, berpihak kepada rakyat, dan menjunjung tinggi keadilan sosial. Sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan dimaknai sebagai posisi yang abu-abu, melainkan pilihan ideologis.

Memilih pemimpin adalah kedaulatan rakyat dalam 5 tahun sekali, maka sebagai partai pelopor yang lahir dari rahim rakyat, menjaga demokrasi dan lindungi kedaulatan rakyat bagi PDI perjuangan adalah harga mati.

Penegasan ini terbukti hingga hari ini posisi PDI Perjuangan adalah satu-satunya parpol yang menolak usulan Pilkada oleh DPRD.

Kedua, merawat pertiwi atasi krisis ekologi. Kata kuncinya adalah menjaga alam, bahwa jika manusia tidak menjaga , maka alam akan melawan, oleh karena itu diperlukan kesadaran dan gerakan untuk bisa membangun hubungan sinergis antara manusia dengan lingkungan.

Baca juga :