Jakarta, Gesuri.id - Tiga catatan menarik dari rangkaian rakernas I PDI Perjuangan 2026. Pertama, pilar utama penjaga demokrasi. Dalam pidatonya, Ibu Megawati mengatakan, demokrasi yang sehat menuntut adanya keseimbangan kekuasaan.
Kekuasaan harus berjalan dalam koridor konstitusi, berpihak kepada rakyat, dan menjunjung tinggi keadilan sosial. Sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan dimaknai sebagai posisi yang abu-abu, melainkan pilihan ideologis.
Memilih pemimpin adalah kedaulatan rakyat dalam 5 tahun sekali, maka sebagai partai pelopor yang lahir dari rahim rakyat, menjaga demokrasi dan lindungi kedaulatan rakyat bagi PDI perjuangan adalah harga mati.
Penegasan ini terbukti hingga hari ini posisi PDI Perjuangan adalah satu-satunya parpol yang menolak usulan Pilkada oleh DPRD.
Kedua, merawat pertiwi atasi krisis ekologi. Kata kuncinya adalah menjaga alam, bahwa jika manusia tidak menjaga , maka alam akan melawan, oleh karena itu diperlukan kesadaran dan gerakan untuk bisa membangun hubungan sinergis antara manusia dengan lingkungan.
Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri, selalu mengingatkan untuk menjaga lingkungan bahkan sebelum terjadinya bencana ekologis yang semakin sering terjadi seperti banjir, tanah longsor, dan krisis iklim di berbagai pelosok negeri.
Seruan merawat pertiwi bisa menjadi refleksi bagi kita semua bahwa Ibu Megawati begitu jernih memberikan instruksi kepada kader untuk senantiasa menjaga lingkungan, menanam pohon, melawan deforestasi untuk masa depan anak cucu nanti
Ketiga, budaya kaderisasi dan kreasi. Rakernas adalah pandu perjuangan. Kader harus memahami bahwa pentingnya disiplin organisasi, soliditas kader, serta keberanian bersikap untuk membela rakyat.
Momentum rakernas 1 2026 banyak kader muda partai yang bergerak dalam menjalankan rangkaian kegiatan. dari panggung belakang hingga panggung depan semuanya di penuhi oleh anak muda yang kreatif.
Di dalam arena rakernas terdapat Balai Kreasi untuk angkat produk UMKM, fashion kriya karya produk lokal yang telah diperagakan secara baik di panggung atas nama Singgasana Seni Bung Karno sampai dengan komunikasi politik yang berhadapan dengan media itu semua aktor atau lakon utamanya adalah anak muda kader PDI Perjuangan.
Di Usia 53 tahun ini teruslah menjadi rumah bagi semua rakyat, ruang kawah candradimuka bagi generasi muda, dan benteng pertahanan nasionalisme bagi bangsa.
Di sanalah aku berdiri untuk Selama- lamanya. Satyam Eva Jayate. Merdeka! ✊????

















































































