Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Arifudin atau yang akrab disapa Arief, mengajak generasi muda menjadikan peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli sebagai momentum untuk merawat ingatan kolektif bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga demokrasi.
Hal itu disampaikannya menjelang kegiatan bertajuk Meretas Jalan Demokrasi yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan NTB dalam rangka memperingati 30 Tahun Kudatuli.
Tiga puluh tahun telah berlalu, tetapi semangat Kudatuli tidak boleh padam. Demokrasi yang kita nikmati hari ini bukan hadir begitu saja. Ada pengorbanan yang harus kita hormati. Jangan biarkan demokrasi kehilangan penjaganya, dan penjaga itu adalah generasi muda, ujar Arief, dilanisr darisambar.id.
Dalam rangka memperingati 30 Tahun Kudatuli, DPD PDI Perjuangan NTB akan menyelenggarakan kegiatan bertema Meretas Jalan Demokrasi pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 19.30 WITA hingga selesai, di Halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.
Kegiatan tersebut akan diisi dengan pemutaran film, pembacaan puisi, diskusi, stand up comedy, dan renungan sebagai ruang refleksi atas perjalanan demokrasi Indonesia sekaligus penghormatan kepada para korban Tragedi Kudatuli.