Sulawesi Utara, Gesuri.id - PDI Perjuangan di beberapa daerah di Sulawesi Utara memperingati 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 dengan mengenang, mengambil pelajaran, pemutaran film hingga mengingatkan bahaya otoritarianisme.
Seperti yang dikatakan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Fransiscus Andi Silangen, peringatan 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) harus dijadikan momentum untuk mengenang sekaligus mengambil pelajaran dari salah satu sejarah penting perjalanan demokrasi di Indonesia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Peristiwa ini harus diingatkan, harus terus diingat, dan diwariskan karena dari peristiwa itu terdapat banyak pembelajaran.
Menurutnya, peristiwa Kudatuli tidak boleh dilupakan, melainkan harus terus dikenalkan kepada generasi penerus sebagai bagian dari pembelajaran sejarah bangsa. Dengan memahami sejarah, masyarakat diharapkan mampu menjaga nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Silangen mengatakan, perjalanan panjang PDI Perjuangan telah membuktikan bahwa partai tersebut mampu bertahan dalam berbagai situasi dan terus berkomitmen memperjuangkan kepentingan rakyat serta mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.