Jakarta, Gesuri.id Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Adian Napitupulu mengenang kerasnya perjuangan para aktivis pro-demokrasi pada masa Orde Baru yang bahkan harus mengamen demi membiayai konsolidasi gerakan.
Hal tersebut disampaikan Adian saat menjadi narasumber dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7).
Menurut Adian, keterbatasan ekonomi tidak pernah menghalangi perjuangan mereka.
Kami naik turun bus, ngamen puisi, ngamen lagu-lagu perjuangan hanya untuk cari ongkos ke Bandung, ke Surabaya, atau ke Yogyakarta, katanya.
Ia menjelaskan seluruh biaya perjalanan ditanggung secara mandiri tanpa dukungan sponsor ataupun organisasi besar.