Jakarta, Gesuri.id Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Adian Napitupulu mengenang bagaimana para aktivis pro-demokrasi harus mencetak sendiri ribuan selebaran secara manual karena tidak ada percetakan yang berani menerima pesanan mereka.
Hal tersebut diungkapkan Adian dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7).
Dulu tidak ada percetakan yang berani menerima selebaran kami. Semua takut, ujarnya.
Karena itu, kata Adian, para aktivis menggunakan mesin stensil sederhana untuk menggandakan selebaran hingga larut malam.
Kami bergantian sampai 15 orang mengoperasikan mesin stensil. Bermalam-malam menggandakan selebaran lalu dibagi ke kampus-kampus, katanya.