Ikuti Kami

Adian Napitupulu Kenang Perjuangan Cetak Ribuan Selebaran Secara Manual Lawan Orde Baru

Kreativitas tersebut menjadi bagian dari perjuangan menyebarkan gagasan demokrasi di tengah ketatnya pembatasan kebebasan berpendapat.

Adian Napitupulu Kenang Perjuangan Cetak Ribuan Selebaran Secara Manual Lawan Orde Baru
PAC PDI Perjuangan Ciracas gelar Diskusi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli - Foto: Alvin/Gesuri.id

Jakarta, Gesuri.id – Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Adian Napitupulu mengenang bagaimana para aktivis pro-demokrasi harus mencetak sendiri ribuan selebaran secara manual karena tidak ada percetakan yang berani menerima pesanan mereka.

Hal tersebut diungkapkan Adian dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7).

"Dulu tidak ada percetakan yang berani menerima selebaran kami. Semua takut," ujarnya.

Karena itu, kata Adian, para aktivis menggunakan mesin stensil sederhana untuk menggandakan selebaran hingga larut malam.

"Kami bergantian sampai 15 orang mengoperasikan mesin stensil. Bermalam-malam menggandakan selebaran lalu dibagi ke kampus-kampus," katanya.

Ia juga mengenang perjuangan menggandakan pernyataan Megawati Soekarnoputri yang menyatakan tidak menggunakan hak pilih pada Pemilu 1997.

"Saya datang jam 11 malam ke tempat fotokopi di Utan Kayu membawa surat itu. Besok paginya sudah jadi sepuluh rim dan langsung kami bagikan ke kampus-kampus," ujarnya.

Selain membagikan selebaran, para aktivis juga menyebarkan pesan-pesan perjuangan dengan menulis slogan di bus kota hingga tempat-tempat umum.

"Kami tulis di bus 'Turunkan Soeharto', 'Adili Soeharto'. Bahkan sampai di toilet umum kami tulis supaya dibaca orang," kata Adian.

Menurutnya, kreativitas tersebut menjadi bagian dari perjuangan menyebarkan gagasan demokrasi di tengah ketatnya pembatasan kebebasan berpendapat.

#30tahunkudatuli
#Diponegoro58
#PDIPerjuangan
#MegawatiSoekarnoPutri

Quote