Adian Napitupulu Kenang Solidaritas Rakyat saat Kudatuli: Ibu-Ibu Keluar Beri Air Minum kepada Mahasiswa

Kami lari dari Diponegoro sampai Manggarai. Dikejar aparat. Saat itulah saya melihat bagaimana rakyat benar-benar berpihak
Minggu, 26 Juli 2026 16:54 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi sekaligus Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, mengenang salah satu momen paling membekas dalam Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 adalah ketika masyarakat secara spontan membantu para mahasiswa dan aktivis yang dikejar aparat keamanan.

Sebagai saksi sekaligus pelaku sejarah Kudatuli, Adian menceritakan dirinya bersama sejumlah mahasiswa harus berlari menyelamatkan diri dari kawasan Jalan Diponegoro hingga Manggarai setelah bentrokan dengan aparat tidak dapat dihindari.

Kami lari dari Diponegoro sampai Manggarai. Dikejar aparat. Saat itulah saya melihat bagaimana rakyat benar-benar berpihak, kata Adian dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang digelar PAC PDI Perjuangan Ciracas di Jakarta Timur, Sabtu (25/7).

Menurutnya, di sepanjang gang-gang permukiman yang dilalui para mahasiswa, warga membuka pintu rumah dan memberikan bantuan tanpa diminta. Ibu-ibu keluar membawa gelas berisi air minum agar para mahasiswa dapat melepas dahaga setelah berlari menghindari kejaran aparat.

Saya masih ingat, ibu-ibu keluar membawa air minum. Waktu itu belum ada air minum kemasan seperti sekarang. Mereka memberikan apa yang mereka punya kepada kami, ujarnya.

Baca juga :