Ikuti Kami

Adian Napitupulu Kenang Solidaritas Rakyat saat Kudatuli: Ibu-Ibu Keluar Beri Air Minum kepada Mahasiswa

Kami lari dari Diponegoro sampai Manggarai. Dikejar aparat. Saat itulah saya melihat bagaimana rakyat benar-benar berpihak

Adian Napitupulu Kenang Solidaritas Rakyat saat Kudatuli: Ibu-Ibu Keluar Beri Air Minum kepada Mahasiswa
PAC PDI Perjuangan Ciracas gelar Diskusi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli - Foto: Nurdin/Gesuri.id

Jakarta, Gesuri.id – Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi sekaligus Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, mengenang salah satu momen paling membekas dalam Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 adalah ketika masyarakat secara spontan membantu para mahasiswa dan aktivis yang dikejar aparat keamanan.

Sebagai saksi sekaligus pelaku sejarah Kudatuli, Adian menceritakan dirinya bersama sejumlah mahasiswa harus berlari menyelamatkan diri dari kawasan Jalan Diponegoro hingga Manggarai setelah bentrokan dengan aparat tidak dapat dihindari.

"Kami lari dari Diponegoro sampai Manggarai. Dikejar aparat. Saat itulah saya melihat bagaimana rakyat benar-benar berpihak," kata Adian dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang digelar PAC PDI Perjuangan Ciracas di Jakarta Timur, Sabtu (25/7).

Menurutnya, di sepanjang gang-gang permukiman yang dilalui para mahasiswa, warga membuka pintu rumah dan memberikan bantuan tanpa diminta. Ibu-ibu keluar membawa gelas berisi air minum agar para mahasiswa dapat melepas dahaga setelah berlari menghindari kejaran aparat.

"Saya masih ingat, ibu-ibu keluar membawa air minum. Waktu itu belum ada air minum kemasan seperti sekarang. Mereka memberikan apa yang mereka punya kepada kami," ujarnya.

Meski sempat tercerai-berai akibat bentrokan, Adian mengatakan para aktivis kemudian berkumpul kembali untuk menyusun langkah berikutnya. Sebagian kembali menuju kawasan Diponegoro untuk membantu rekan-rekan yang masih bertahan.

Menurut Adian, perlawanan tidak berhenti meski aparat mulai mengamankan orang-orang yang berada di dalam kantor DPP PDI. Hingga malam hari, gelombang massa masih terus bergerak di berbagai titik di Jakarta.

"Sampai malam perlawanan itu tidak berhenti. Kami masih mendata teman-teman yang dirawat di rumah sakit, siapa yang ditahan, siapa yang masih hilang," tuturnya.

Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan demokrasi saat itu mendapat dukungan luas dari masyarakat. Solidaritas rakyat, menurutnya, menjadi kekuatan moral yang membuat gerakan pro-demokrasi tetap bertahan di tengah tekanan.

"Yang paling saya ingat bukan hanya bentrokannya, tetapi keberanian rakyat membantu kami. Itu tidak akan pernah saya lupakan," ujar Adian.

#30tahunkudatuli
#Diponegoro58
#PDIPerjuangan
#MegawatiSoekarnoPutri

Quote