Jakarta, Gesuri.id Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Adian Napitupulu mengajak kader-kader muda PDI Perjuangan tidak hanya mengenang sejarah perjuangan partai, tetapi juga menciptakan sejarah baru melalui karya dan pengabdian.
Pesan tersebut disampaikan Adian saat menutup paparannya dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7).
Adian mengatakan setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan jejak sejarahnya sendiri.
Seburuk-buruknya aktivis 1998, kami adalah generasi yang pernah mengukir sejarah. Mau berhasil seratus persen, tujuh puluh lima persen, atau dua puluh persen, kami tetap pernah membuat sejarah, ujarnya.
Ia mengakui tidak semua cita-cita gerakan reformasi berhasil diwujudkan.