Adian Napitupulu: Represi Pasca-Kudatuli Justru Menyebarkan Perlawanan ke Berbagai Kampus

Kami tidak punya uang untuk tinggal di hotel. Akhirnya tidur dari kampus ke kampus, dari satu kota ke kota lain.
Minggu, 26 Juli 2026 17:07 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Adian Napitupulu mengungkapkan bahwa operasi penangkapan aktivis setelah Peristiwa Kudatuli justru membuat gerakan perlawanan terhadap Orde Baru semakin meluas ke berbagai kampus.

Adian mengatakan, setelah 27 Juli 1996 dirinya bersama banyak aktivis tidak lagi berani pulang ke rumah maupun kembali ke kampus asal karena khawatir ditangkap aparat.

Waktu itu saya sudah semester enam dan sedang menyusun skripsi. Pilihannya hanya dua, kembali kuliah lalu ditangkap, atau meninggalkan semuanya agar bisa terus bergerak, katanya dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang digelar PAC PDI Perjuangan Ciracas di Jakarta Timur, Sabtu (25/7).

Ia memilih hidup berpindah-pindah dari satu kampus ke kampus lainnya bersama rekan-rekan aktivis. Mereka menumpang menginap di kampus maupun rumah jaringan mahasiswa selama satu atau dua malam sebelum berpindah ke lokasi lain.

Kami tidak punya uang untuk tinggal di hotel. Akhirnya tidur dari kampus ke kampus, dari satu kota ke kota lain. Ternyata tanpa disadari perlawanan justru menyebar, ujar Adian.

Baca juga :