Hubungan Bung Karno dan Islam Sangat Erat

Dasar negara Pancasila juga sarat dengan nilai keislaman.
Jum'at, 16 Maret 2018 18:48 WIB Jurnalis - Andri Setiawan

Jakarta, Gesuri.id - Hubungan Proklamator RI Soekarno dengan Islam sangat erat. Dalam pidato 1 Juni 1945, pria yang akrab disapa Bung Karno ini dengan tegas menyatakan bahwa Pancasila merupakan ruang yang paling baik untuk memelihara agama.

Ketua DPP PDI Perjuangan Idham Samawi mengungkapkan hubungan Bung Karno dan Islam ini dapat dilihat dari jejak perjalanan sejarah yang panjang.

Ia mencontohkan, pada tahun 1956, ketika Bung Karno ke Uni Soviet, beliau melihat sebuah masjid dengan kubah berwarna biru yang dijadikan gudang senjata sebab semua rumah ibadah saat itu dilarang.

Bung Karno kemudian meminta kepada pemimpin Soviet untuk mengembalikan fungsi masjid itu, dan akhirnya masjid di St. Petersburg itu kembali lagi difungsikan sebagai tempat ibadah.

Ada juga kisah Bung Karno memaksa Presiden Uni Soviet Nikita Khruschev untuk menemukan makam Imam Bukhari di Uzbekistan pada 1961. Dan hampir semua orang yang hidup pada masa perjuangan Indonesia merdeka mengetahui sisi ke-Islaman dan kebangsaan Bung Karno, kata Idham Samawi dalam diskusi Kamisan yang dilakasanakan DPP Taruna Merah Putih (TMP) di Menteng, Jakarta, Kamis (15/3).

Baca juga :