Magetan, Gesuri.id Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi politik, refleksi ideologi, serta mempererat persatuan seluruh elemen partai. Penilaian tersebut disampaikan kader PDI Perjuangan sekaligus mantan anggota DPRD Kabupaten Magetan, Parmin.
Menurut Parmin, HUT PDI Perjuangan yang diperingati setiap 10 Januari tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial, melainkan harus menjadi ruang konsolidasi ideologis dan penguatan kerja-kerja kerakyatan.
Hari jadi PDI Perjuangan harus dijadikan ajang konsolidasi dan penguatan ideologi Pancasila bagi segenap kader, ujar Parmin, dikutip Senin (5/1/2026).
Ia mengingatkan, PDI Perjuangan lahir dari akar nasionalisme dan perjuangan rakyat sejak 10 Januari 1973, serta telah melalui berbagai dinamika sejarah bangsa. Memasuki usia ke-53 tahun, partai berlambang banteng moncong putih itu diharapkan semakin kokoh dalam memperjuangkan nilai-nilai utama partai, yakni keadilan sosial, kedaulatan rakyat, nasionalisme, dan Marhaenisme.
Parmin menilai, peringatan HUT ke-53 menjadi pengingat penting bagi seluruh kader untuk kembali meneguhkan komitmen ideologis dan memperkuat pengabdian di tengah masyarakat. Ia menekankan agar momentum HUT dijadikan sebagai titik kebangkitan, bukan sekadar perayaan simbolik.