Karanganyar, Gesuri.id - Ketua DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan Sumanto, menegaskan komitmennya untuk terus menggelar pentas wayang kulit sebagai bentuk dukungan terhadap para dalang di Kabupaten Karanganyar sekaligus upaya melestarikan seni budaya tradisional.
“Kegiatan ini kami adakan terus, biar para dalang yang belum begitu laku ditanggap jadi laku semua. Kan harus terus latihan agar kemampuan mendalang meningkat,” kata Sumanto, Senin (2/3/2026).
Ia menyampaikan hal itu di sela Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Sesaji Raja Suya di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Dalam pentas tersebut hadir Dalang Ki Muh Ivan Rahadi dan Ki Sulardiyanto Pringgo Carito yang turut memeriahkan jalannya pertunjukan.
Menurut politisi dari PDI Perjuangan tersebut, pagelaran wayang kulit bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga warisan budaya di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian menggeser kesenian tradisional.
“Wayang kulit ini bukan hanya tontonan, tapi ada tuntunan hidup yang mengandung nilai-nilai filosofis mendalam tentang kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Sumanto menilai para dalang dan seniman memiliki peran penting sebagai penjaga moral bangsa. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang, perhatian, dan dukungan agar tetap eksis serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan pakem budaya yang ada.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati (KGPHA) Benowo, adik dari Raja Keraton Kasunanan Surakarta PB XIII sekaligus Koordinator Dalang se-Solo Raya dan Pembina Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jateng. Ia mengapresiasi kualitas para dalang dari Kabupaten Karanganyar yang dinilainya memiliki potensi besar.
“Ini saya lihat luar biasa. Wayangnya bagus, suaranya bagus. Bisa jadi tuntunan juga untuk para dalang junior,” ungkapnya.
KGPHA Benowo juga mendorong para dalang untuk terus bangkit dan memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan guna meningkatkan prestasi serta kualitas pertunjukan.
“Sudah di fasilitasi sedemikian rupa, kalau sampai nggak berprestasi kebangetan. Wayang kulit ini perlu terus kita lestarikan, karena di sela cerita wayang pasti ada manfaatnya bagi kehidupan kita,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jateng, Agus Wariyanto, turut memberikan apresiasi atas konsistensi Sumanto dalam menggelar pentas wayang kulit. Menurutnya, dukungan dari pemangku kebijakan menjadi energi penting bagi keberlanjutan seni tradisional.
“Pentas wayang kulit malam ini bagus sekali. Kami dari KSBN Jateng mengapresiasi. Terlebih sekarang ini regulasi pemajuan kebudayaan sudah ada. Yaitu dengan adanya UU No 5 tahun 2017, di Jateng sendiri ada Perda, No 3 tahun 2024,” ucapnya.
Ia berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, yang terlibat aktif dalam pelestarian kesenian tradisional agar warisan budaya bangsa tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

















































































