Langkah PDI Perjuangan Ciracas Menuju Konsolidasi Akar Rumput di Tengah Krisis Kader

Uniknya, riuh diskusi ini hanya terpaut sepelemparan batu dari kediaman politisi PKS, Thamrin.
Jum'at, 24 April 2026 22:50 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id-Di bawah temaram lampu halaman belakang Warkob Piss Playstation, aroma kopi bercampur dengan kesibukan politik. Malam itu, Kamis (23/4), jarum jam menunjukkan pukul 20.15 WIB, sedikit meleset dari agenda semula, saat jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Ciracas memulai rapat gabungan kedua mereka. Uniknya, riuh diskusi ini hanya terpaut sepelemparan batu dari kediaman politisi PKS, Thamrin.

Sekretaris PAC, Milchias Jacob, yang akrab disapa Melki, mengambil alih kemudi rapat. Ia mengabarkan ketidakhadiran sang Ketua PAC, Tri Bayu alias Bewok, yang tengah terbaring sakit. Di atas meja, agenda besar telah menanti: persiapan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) dan Musyawarah Ranting (Musran) serentak se-Jakarta Timur, sekaligus menindaklanjuti instruksi DPC Nomor 192.

Kehadiran petinggi DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur menambah bobot pertemuan malam itu. Tampak hadir Wakil Sekretaris DPC sekaligus Korwil Ciracas Ralian Jawalsen, Bendahara Cabang Junjungan Sinaga, serta Wakil Ketua Bapilu Hizkia Saduk yang menyusul di tengah diskusi.

Namun, suasana santai Warkop seketika berubah serius saat Junjungan Sinaga melontarkan kritik tajam. Jangan kebanyakan rapat kalau tidak ada hasil, tegasnya seraya mempertanyakan kelengkapan struktur hingga tingkat akar rumput.

Kenyataan pahit di lapangan pun terungkap. Tessy Barbara, mantan Sekretaris Ranting Ciracas yang kini duduk di jajaran PAC, memaparkan penyusutan jumlah kader yang signifikan. Di Kelurahan Ciracas yang memiliki 10 RW dan 142 RT, pengurus yang semula lengkap 30 orang kini hanya menyisakan lima orang yang bertahan. Kondisi serupa terjadi di Susukan dan Kelapa Dua Wetan, di mana pengurus aktif menyusut hingga hitungan jari.

Baca juga :