Merawat Demokrasi Melalui Sejarah, DPC PDI Perjuangan Makassar Akan Gelar Refleksi Kudatuli 1996

Kudatuli bagian perjalanan demokrasi bangsa yang harus diketahui, terutama oleh generasi muda, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.
Rabu, 22 Juli 2026 12:01 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Makassar, Gesuri.id - Dalam rangka memperingati 29 tahun Peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli), DPC PDI Perjuangan Kota Makassar akan menggelar serangkaian kegiatan reflektif berupa diskusi publik, pameran foto, dan pertunjukan teatrikal pada 27 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat ingatan sejarah sekaligus meneguhkan komitmen terhadap perjuangan demokrasi di Indonesia.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Marthen, menegaskan peringatan Kudatuli bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa masa lalu, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan yang telah dibayar mahal oleh para pejuang demokrasi.

Sejarah bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dijaga, dipelajari, dan diperjuangkan. Kudatuli merupakan bagian dari perjalanan demokrasi bangsa yang harus diketahui, terutama oleh generasi muda, agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan, ujar Marthen di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Jalan Muh. Tahir No. 60, Makassar, Rabu (22/7/2026).

Marthen menjelaskan, Peristiwa Kudatuli yang terjadi pada 27 Juli 1996 merupakan penyerangan dan pengambilalihan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro No. 58, Jakarta. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah politik Indonesia karena memicu gelombang perjuangan demokrasi yang semakin menguat hingga lahirnya era reformasi.

Menurutnya, rangkaian kegiatan yang disiapkan bertujuan membangun ruang refleksi sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga demokrasi, supremasi hukum, dan hak-hak politik warga negara.

Baca juga :