PAC PDI Perjuangan Ciracas Gelar Diskusi 30 Tahun Kudatuli: Hadirkan Adian Napitupulu, William Yani dan Seno Bagaskoro

PDI Perjuangan Tidak Serta-merta Lahir dari Gegap Gempita Euforia Politik
Sabtu, 25 Juli 2026 17:11 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Menyambut peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas menggelar Diskusi sekaligus penayangan film pendek bertajuk 30 Tahun Tragedi 27 Juli 1996: PDI Perjuangan Tidak Serta-merta Lahir dari Gegap Gempita Euforia Politik di Aula SMK Sahid Jakarta, Sabtu (25/7/2026) malam.

Hadir sebagai narasumber Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Adian Napitupulu, tokoh PDI Perjuangan DKI Jakarta William Yani Wea, serta Juru Bicara PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro.

Turut hadir sejumlah jajaran DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur Dwi Rio Sambodo yang juga akan memberikan sambutan serta keynote speech, dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur Lukman Hakim serta ratusan kader PDI Perjuangan dari tingkat PAC dan ranting, Satgas Cakra Buana, kalangan pemuda, hingga tokoh masyarakat.

Ketua PAC PDI Perjuangan Ciracas Tri Bayu mengatakan, tiga dekade telah berlalu sejak Tragedi Kudatuli 27 Juli 1996, namun peristiwa tersebut tetap menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Menurutnya, Kudatuli mengajarkan bahwa cita-cita demokrasi, kedaulatan rakyat, dan keberanian memperjuangkan kebenaran tidak pernah lahir secara instan, melainkan melalui pengorbanan, keberanian, dan keteguhan sikap.

Baca juga :