Jakarta, Gesuri.id Juru Bicara dan tokoh muda PDI Perjuangan Seno Bagaskoro mengingatkan berbagai gejala otoritarianisme harus diwaspadai agar Indonesia tidak mengulangi pengalaman kelam seperti Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996.
Pernyataan itu disampaikan dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7).
Menurut Seno, berbagai indikator kemunduran demokrasi mulai terlihat sehingga masyarakat tidak boleh lengah.
Saya melihat roh otoritarianisme itu seperti kembali memiliki tubuh. Itu yang menurut saya harus menjadi peringatan bagi kita semua, katanya.
Ia mencontohkan sejumlah peristiwa yang dinilainya menunjukkan adanya kecenderungan penggunaan instrumen negara secara berlebihan terhadap ruang-ruang demokrasi.