Adian Napitupulu Dimarahi Emak-Emak: Anggota DPR Adalah Pelayan Rakyat

Adian menegaskan posisinya sebagai wakil rakyat bukan untuk dilayani, melainkan melayani. 
Rabu, 07 Januari 2026 22:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menanggapi dengan tenang momen dirinya dimarahi sejumlah ibu-ibu dalam sebuah kunjungan ke masyarakat.

Peristiwa tersebut justru dijadikan Adian sebagai contoh pentingnya keberanian rakyat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik secara langsung kepada wakilnya di parlemen.

Jadi bapak ibu. Setiap hari kan kalau ibu beli rokok, ibu bayar pajak. Beli minyak kelapa, bayar pajak. Beli sabun, bayar pajak, kata Adian menjelaskan kepada warga, dikutip Selasa (6/1/2026).

Ia kemudian menguraikan pajak yang dibayarkan masyarakat dikumpulkan menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan untuk berbagai kepentingan publik.

Nah uang pajak itu dikumpulin. Namanya APBN, Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Lalu APBN itu dibagi-bagi. Ada yang buat jalan, ada yang buat sekolah, ada yang buat rumah sakit dan sebagian itu jadi gajinya presiden, jadi gajinya anggota DPR, jadi gajinya gubernur, bupati, camat, dan DPR dekawapaten, ucapnya.

Baca juga :