Jakarta, Gesuri.id Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menekankan pentingnya dialog serta perancangan kebijakan yang berpijak pada realitas sosial masyarakat, khususnya dalam penataan kawasan perkotaan dan penyediaan fasilitas hunian bagi warga.
Hal tersebut disampaikannya dalam sesi dialog public Milenium Public Pulse 28, di mana ia menyoroti perlunya evaluasi mendalam terhadap dampak sosial dan ekonomi dari sebuah kebijakan publik.
Dalam pemaparannya, Ahok memberikan contoh nyata terkait kebijakan pemindahan warga dari permukiman padat ke rumah susun (rusun). Meskipun niat awal pemerintah bertujuan untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak, implementasinya kerap mengabaikan mata pencaharian warga kecil.
Ia mencontohkan warga yang sebelumnya bisa membuka warung atau berjualan langsung dari rumah di perkampungan, sering kali menghadapi kendala ekonomi ketika dipindahkan ke rumah susun bertingkat karena hilangnya akses pasar harian mereka.
Dulu kita pindahkan orang, kita berpikir untuk kebaikan dia. Ternyata orang yang tinggal di kampung sempit, dia bisa jualan telur di depan rumah. Kita pindahkan ke rumah susun, dia tak bisa jualan dan usahanya hilang, ujar Ahok.