Aria Bima: Wayang Kampung Sebelah Suarakan Narasi Rakyat Kecil, Bukan Elite

WKS hadirkan narasi membumi, merefleksikan persoalan nyata masyarakat, mulai dari isu kesehatan, pendidikan, kebutuhan pokok, daya beli.
Selasa, 03 Februari 2026 16:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Aria Bima, menegaskan pemilihan Wayang Kampung Sebelah (WKS) dalam rangka mangayubagyo HUT ke-53 PDI Perjuangan, DPC PDI Perjuangan Kota Solo, bukan tanpa alasan.

Menurutnya, WKS menghadirkan narasi membumi yang merefleksikan persoalan nyata masyarakat, mulai dari isu kesehatan, pendidikan, kebutuhan pokok, hingga daya beli.

Wayang Kampung Sebelah menyuarakan narasi rakyat kecil, bukan narasi elite. Ini menjadi bahan masukan bagi kami, apakah ke depan PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik masih bisa mewujudkan keinginan rakyat lewat berbagai kegiatannya, jelas Aria Bima di sela acara.

Suasana Sasana Krida Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, tampak lebih meriah pada Sabtu (31/1/2026) malam. Ratusan warga Solo turut mangayubagyo HUT ke-53 PDI Perjuangan, DPC PDI Perjuangan Kota Solo menggelar pagelaran Wayang Kampung Sebelah (WKS) yang dipentaskan dalang Ki Jlitheng Suparman.

Pagelaran wayang ini menjadi puncak perayaan HUT partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Berbeda dari seremoni formal, acara dikemas tanpa sekat antar pengurus partai. Para petinggi partai, legislator, pejabat kota, hingga aparat TNI-Polri duduk berdampingan dengan masyarakat umum, menyatu menikmati lakon yang menyuarakan kehidupan rakyat kecil.

Baca juga :