Bonnie Bongkar Upaya 'Dehattanisasi' dan Mitos Sejarah Kemerdekaan di Pameran 124 Tahun Bung Hatta

Selain membela Soekarno, Bung Hatta sendiri menjadi korban Dehattanisasi oleh rezim penguasa saat itu
Rabu, 12 Agustus 2026 17:29 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Rangkaian peringatan 124 Tahun Bung Hatta yang digelar di area Taman Makam Tanah Kusir, Jakarta Selatan, tidak hanya diisi dengan pameran foto dan ziarah, tetapi juga menghadirkan diskusi sejarah yang tajam. Dalam diskusi tersebut, Sejarawan sekaligus Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Bonnie Triyana, membongkar sejumlah narasi keliru dan upaya sistematis untuk meminggirkan peran Mohammad Hatta atau yang ia sebut sebagai Dehattanisasi.

Berbicara di hadapan para peserta diskusi, Bonnie menyoroti bagaimana sejarah sering kali diputarbalikkan, termasuk narasi yang menggambarkan keretakan hubungan antara Bung Karno dan Bung Hatta. Ia dengan tegas menepis anggapan yang menyebut Bung Hatta baper atau ngambek terhadap sahabatnya itu.

Dibuat seolah-olah Bung Karno tersesat dan Bung Hatta ngambek. Itu dongeng halusinasi, fantasi kosong. Dalam politik perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan diframing seolah mereka musuhan. Faktanya, Bung Hatta adalah orang pertama yang melawan Desukarnoisasi (upaya penghapusan peran Soekarno) yang dilakukan oleh Orde Baru, tegas Bonnie Triyana.

Membongkar Dehattanisasi Sejak Era Orde Baru

Lebih lanjut, Bonnie menjelaskan bahwa selain membela Soekarno, Bung Hatta sendiri menjadi korban Dehattanisasi oleh rezim penguasa saat itu. Salah satu contoh nyata adalah pelibatan paksa nama Bung Hatta dalam Peristiwa Sawito (Sawito Kartowibowo) pada tahun 1976.

Baca juga :