Jakarta, Gesuri.id - Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan generasi sekarang tidak bisa diarahkan dengan informasi yang berdasarkan mitos, tapi harus dengan tindakan nyata.
Ia mencontohkan di Wonogiri, sudah dibentuk 6 Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) yang berfungsi optimal, serta menginisiasi 19 kecamatan lainnya.
Sehingga 25 kecamatan di Wonogiri, sudah memiliki Satgas Perindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berfungsi mencegah dan melakukan penanganan paripurna untuk memastikan hak anak.
Menurutnya, anak yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik, menjadi dambaan karena akan menjadi penentu masa depan bangsa.
”Sehingga harus dijaga dan dilindungi, agar tumbuh menjadi generasi penerus yang mandiri dan sukses,” tegasnya, dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026, Selasa (11/8/26), yang digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri.
Momentum itu ditandai komitmen bersama Polres dan Pemkab Wonogiri beserta stakeholder terkait, untuk kompak memperkuat perlindungan kepada anak.
Komitmen bersama tersebut ditandai dengan acara mendeklarasikan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak. Deklarasi ini, dilakukan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim, Kasdim 0728 Wonogiri Mayor Inf. Suwandi.
Juga dilaksanakan oleh Sekda Wonogiri FX Pranata bersama para Asisten Sekda dan Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan dari guru dan murid, serta Forum Anak Kabupaten Wonogiri.
Rangkaian peringatan HAN diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian dirangkai penampilan Jingle Forum Anak bertajuk “Jo Kawin Bocah.” Acara kemudian dilanjutkan dengan doa, pentas seni anak, laporan pelaksanaan kegiatan dan penyerahan penghargaan kepada peraih gelar juara lomba.
Suasana semakin semarak dengan ditampilkannya sajian seni drama oleh para siswa dari SD Nregeri 1 Wonoboyo, Wonogiri. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan launching Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Wonogiri, serta deklarasi bersama menolak kekerasan terhadap anak yang ditandai dengan saling memberikan cap tapak tangan.
Wonogiri telah meraih Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya. Ini memberikan motivasi untuk bekerja keras dalam memperjuangkan hak anak. Karena Wonogiri masih mencatat sejumlah kasus kekerasan terhadap anak, juga perkawinan anak dibawah umur, yang artinya ada hak anak yang belum terlindungi dengan baik.

















































































