Harga Tanah Naik, I Nyoman Parta Ungkap Anak Muda Bali Semakin Sulit Punya Rumah di Tanah Kelahiran

Perlu jadi perhatian serius karena berkaitan dengan keberlanjutan ruang hidup masyarakat lokal di tengah pesatnya investasi dan pembangunan.
Sabtu, 13 Juni 2026 10:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi III DPR RI asal Bali, I Nyoman Parta, menyoroti semakin beratnya tantangan yang dihadapi generasi muda Bali untuk memiliki rumah di daerahnya sendiri akibat terus meningkatnya harga tanah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan keberlanjutan ruang hidup masyarakat lokal di tengah pesatnya investasi dan pembangunan di Pulau Dewata.

Bayangkan jika satu investor dapat menguasai lahan dalam skala sangat luas. Apabila kondisi ini terus berlangsung tanpa pengaturan yang memadai, generasi muda Bali akan semakin kesulitan memiliki tempat tinggal di tanah kelahirannya sendiri, ungkapnya di Denpasar, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Parta yang saat ini bertugas di Komisi III DPR RI menilai persoalan kepemilikan lahan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat lokal di wilayahnya sendiri. Ia mengamati belum adanya pengaturan yang secara khusus membatasi kepemilikan lahan dalam skala besar sehingga pihak yang memiliki modal kuat memiliki peluang lebih besar untuk menguasai tanah.

Di sisi lain, masyarakat lokal harus menghadapi kenaikan harga lahan yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut, menurut Parta, semakin menyulitkan generasi muda yang baru memasuki dunia kerja dan mulai membangun keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini mulai muncul fenomena warga Bali yang memilih menyewa kamar atau indekos di desa adatnya sendiri karena belum mampu membeli tanah maupun membangun rumah. Fenomena tersebut dinilai menjadi indikator semakin terbatasnya akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Baca juga :