Jakarta, Gesuri.id - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Indriani Yulia Mariska, mendorong pengembangan program Millennial Job Center (MJC) agar mampu membuka kesempatan kerja berbayar bagi generasi muda. Dorongan tersebut disampaikan menyusul angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Timur yang mencapai 6.154 orang sepanjang JanuariSeptember 2026.
Jangan sampai program peningkatan keterampilan hanya menghasilkan sertifikat, tetapi peserta tidak mendapatkan kesempatan kerja. Kita perlu memastikan ada kebutuhan nyata yang bisa dikerjakan, ada proyeknya, dan ada pembayaran atas pekerjaan tersebut, kata Indriani, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, angka PHK tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga nasional berdasarkan laporan dalam sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Indriani menilai program peningkatan keterampilan perlu dihubungkan dengan kebutuhan nyata dunia usaha agar peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga memperoleh kesempatan bekerja.
Menurut perempuan yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep tersebut, MJC dapat dikembangkan melalui proyek profesional berbayar yang mempertemukan talenta muda dengan kebutuhan pelaku usaha.