Jakarta, Gesuri.id - Di Jalan Kramat Raya 106, sebuah rumah milik warga Tionghoa pernah menjadi tempat tinggal para pelajar, ruang diskusi kaum muda, markas pergerakan, hingga tempat lahirnya salah satu ikrar paling penting dalam sejarah Indonesia.
Barangkali, sejarah Indonesia memang sering lahir dari ruang-ruang yang pada awalnya tampak sederhana.
Ada sesuatu yang menarik ketika kita berdiri di depan sebuah bangunan tua di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat.
Di tengah lalu lintas Jakarta yang bergerak cepat, bangunan itu tampak seperti potongan waktu yang tersisa dari masa lalu. Hari ini orang mengenalnya sebagai Museum Sumpah Pemuda.
Tetapi sebelum menjadi museum, tempat ini pernah menjadi rumah tinggal, pondokan pelajar, ruang diskusi, sekretariat organisasi, dan Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw, gedung pertemuan yang menjadi salah satu pusat aktivitas pemuda pada masa pergerakan.