Whisnu: Masyarakat Harus Bijak Gunakan Aplikasi Fintech

Industri fintech hadir dan berkembang pesat di Indonesia.
Selasa, 26 Februari 2019 23:45 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, menekankan bahwa masyarakat harus bijak menggunakan aplikasi fintech, dan untuk selalu memilih yang jelas.

Kami mengapresiasi kehadiran perusahaan teknologi pinjaman yang resmi, terdaftar di OJK, bagi warga kota kami. Dengan terdaftar, maka perusahaan tersebut harus patuh aturan, menjalankan usahanya dengan iktikad baik dan bertanggung jawab, mulai dari pemberian pinjaman, pelayanan terhadap peminjam, hingga saat dilakukan penagihan, jelas Whisnu dalam acara #MelekFintech bersama TunaiKita yang bertempat di Surabaya, dalam siaran persnya, Rabu (20/2).

Industri fintech hadir dan berkembang pesat di Indonesia, tetapi hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami keuntungan yang ditawarkan fintech. Menurut Direktur TunaiKita, Andry Huzain, teknologi yang ditawarkan telah memberikan peluang lebih besar bagi publik dalam mengakses layanan keuangan di Indonesia.

Dari awal hadirnya sampai saat ini, TunaiKita secara aktif telah melakukan perluasan layanan ke berbagai daerah di Indonesia, untuk menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang belum terlayani lembaga keuangan konvensional, maupun konsumen yang membutuhkan pinjaman cepat dari lembaga keuangan yang kredibel, kata Andry.

Sebelumnya, Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menyebut, kehadiran financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending sangat dibutuhkan masyarakat. Khususnya masyarakat yang belum terjangkau oleh perbankan (unbanked). Kehadiran fintech P2P lending sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Karena tingginya kebutuhan pembiayaan, terutama bagi mereka yang masuk di dalam segmen unbanked dan juga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kata Ketua Harian AFPI, Kuseryansyah.

Baca juga :