Dari Sumpah Pemuda hingga Koalisi Digital

​Oleh:  Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Ganisa Pratiwi Rumpoko.
Rabu, 14 Oktober 2026 17:01 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - ​Pada awal abad ke-20, organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, hingga Jong Celebes menjadi wadah utama bagi generasi muda untuk membangun kesadaran kolektif.

Mereka hadir berbekal latar belakang daerah, bahasa, serta kebudayaan yang beragam. Namun, dari dinamika perjumpaan dan perdebatan tersebut, tumbuh kesadaran mendalam bahwa mereka memiliki cita-cita yang jauh melampaui sekat-sekat kedaerahan.

​Titik kulminasi perjuangan itu mewujud pada Kongres Pemuda II, 2728 Oktober 1928, saat para pemuda mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.

Persatuan bersejarah tersebut lahir bukan karena perbedaan di antara mereka sirna, melainkan karena mereka menemukan satu tujuan bersama yang layak diperjuangkan secara kolektif.

​Hampir satu abad berlalu, generasi muda era kini berhadapan dengan medan tantangan yang berbeda. Kita memang tidak lagi berada di bawah belenggu penjajahan kolonial, tetapi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi, ketimpangan kesempatan, ketidakpastian lapangan kerja, hingga dinamika kebijakan publik yang dinamis.

Baca juga :