Jakarta, Gesuri.id - Pada hari Sabtu, 26 September 2026, Ibu Pertiwi kembali meneteskan air mata.
Bangsa Indonesia tidak sekadar kehilangan seorang putra proklamator, tetapi kehilangan seorang maestro, sang penjaga gawang kebudayaan, dan denyut nadi seni Nusantara.
Guruh Soekarnoputra telah berpulang.
Sebagai seorang yang lahir dan bernapas dalam rahim tradisi Bali, sekaligus seorang nasionalis yang mengakar pada ajaran Marhaenisme, saya menatap kepergian Mas Guruh dengan rasa kehilangan yang teramat sangat.
Membicarakan Guruh Soekarnoputra tidak bisa hanya dengan kacamata politik praktis.