Jakarta, Gesuri.id - Kabar duka menyelimuti keluarga Presiden pertama RI Soekarno. Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau yang akrab disapa Guruh Soekarnoputra tutup usia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Jakarta.
PDI Perjuangan Jatim turut berduka atas wafatnya adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tersebut. Banyak hal yang dikenang dari sosok almarhum semasa hidup.
"Di mata kita semua, khususnya di Jawa Timur, Mas Guruh adalah sosok panutan kita semua. Selain putra bungsu Bung Karno, beliau juga pernah menjadi wakil rakyat dari Jawa Timur, terutama dapil wilayah Blitar dan sekitarnya," kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi 'Kanang' Sulistyono, Minggu (27/9/2026).
Kanang juga mengenang almarhum Guruh sebagai sosok politikus yang berlatar belakang seniman. Bahkan, dalam setiap event besar PDI Perjuangan, suasana selalu diwarnai gemuruh kreasi Guruh yang ditampilkan.
"Untuk Kabupaten Ngawi pun kami merasakan kedekatan alm, ketika hadir berkampanye tahun 2004 dan juga hadir dalam peresmian kantor DPC PDI Perjuangan," ujarnya.
Ia mengenang momen berkesan saat pernah bersilaturahmi langsung ke kediaman almarhum. Kanang bahkan sempat menghadiri pernikahan anaknya. Hal itu menjadi kenangan baik bagi keluarga Kanang.
"Secara pribadi saya pernah sowan ke kediaman beliau di Jalan Sriwijaya. Untuk keluarga kami pasti ada artinya, karena ketika keluarga kami mengadakan resepsi pernikahan anak kami tahun 2009, alm juga menyempatkan untuk hadir pada acara tersebut," jelasnya.
Selain itu, bagi seluruh kader PDI Perjuangan, Kanang memastikan sosok almarhum Guruh akan selalu dikenang. Apalagi, lagu mars PDI Perjuangan merupakan ciptaan Guruh Soekarnoputra.
"Kami semua kader partai dan pecinta seni pasti merasa kehilangan atas meninggalnya Mas Guruh," pungkasnya.

















































































