Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau Guruh Soekarnoputra, Sabtu (26/9/2026).
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Atas nama keluarga besar DPD PDI Perjuangan Kaltim, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Almarhum tercinta, Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra," ujar Ananda Emira Moeis, dikutip Senin (28/9/2026).
Guruh Soekarnoputra yang merupakan adik kandung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.
Kepergian Guruh yang dikenal sebagai seniman sekaligus politikus tersebut meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga di Jakarta, tetapi juga jajaran pengurus partai serta para seniman dan budayawan di berbagai daerah, termasuk Kaltim.
Sebagai bentuk penghormatan, jajaran DPD PDI Perjuangan Kaltim turut mengibarkan bendera setengah tiang di kantor partai.
Ananda Moeis mengenang Guruh sebagai sosok panutan yang konsisten mendedikasikan hidupnya untuk dunia seni dan kebudayaan Indonesia.
"Kita benar-benar merasa kehilangan maestro, seniman besar yang tidak bisa menghilangkan jejak dedikasinya bagi bangsa ini," ucap Ananda.
Menurut Ananda, Guruh merupakan figur yang tidak pernah lelah merawat kebudayaan Nusantara melalui berbagai karya yang mampu melintasi generasi.
Ia juga menyoroti konsistensi Guruh dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan lokal di tengah perkembangan modernisasi.
"Hasil karya seni beliau juga tidak menghilangkan hasil budaya Indonesia, melainkan justru mengangkat harkat dan martabat kebudayaan Nusantara ke panggung dunia," tambahnya.
Ananda menilai warisan pemikiran dan karya Guruh akan terus menjadi bagian penting dalam menjaga jati diri generasi penerus bangsa di tengah era globalisasi.
"Melalui karya-karya beliau, anak-anak bangsa tidak kehilangan jati diri Indonesia ya. Pesan kebudayaan dan nasionalisme yang beliau sampaikan abadi sepanjang masa," tandasnya.
Bagi keluarga besar PDI Perjuangan Kaltim, Guruh bukan sekadar tokoh nasional, melainkan juga sosok guru seni yang memiliki perhatian besar terhadap kebudayaan lokal di berbagai daerah.
Semasa hidupnya, Guruh dikenal kerap memadukan unsur seni tari, musik tradisi hingga busana Nusantara dalam berbagai pagelaran kolosal yang digarapnya.
"Beliau adalah seniman tanpa sekat. Sentuhan tangan dinginnya selalu berhasil membuat seni tradisi lokal berdiri megah sejajar dengan seni modern. Semangat nasionalisme dan kecintaannya pada budaya lokal menjadi inspirasi terbesar kami di daerah," kenang Ananda Moeis.
Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan warisan panjang dalam dunia seni dan kebudayaan Indonesia. Karya tari, aransemen musik serta kiprahnya dalam mengangkat budaya Nusantara menjadi bagian dari jejak pengabdiannya bagi bangsa.
“Selamat jalan Mas Guruh Soekarnoputra, karya dan pengabdianmu akan terus abadi mengharumkan bumi Nusantara,” pungkasnya.

















































































