Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sihar P. H. Sitorus meminta pemerintah memperkuat kesiapan layanan kesehatan di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada kelompok balita.
Sihar menyoroti data Kementerian Kesehatan yang mencatat sebanyak 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla pada periode 18 Agustus hingga 21 September 2026. Dari jumlah tersebut, 40.363 kasus dialami balita.
Data tersebut mencakup 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Menurut Sihar, tingginya kasus ISPA pada balita harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memastikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak benar-benar siap menghadapi dampak kesehatan akibat paparan asap.
40.363 kasus pada balita dari 174.694 kasus ISPA adalah alarm bagi sistem kesehatan. Jangan tunggu fasilitas kesehatan kewalahan; tenaga kesehatan, obat, oksigen, dan layanan rujukan harus diperkuat, kata Sihar, seperti dikutip dari pernyataannya.