Jakarta, Gesuri.id - Pada 5 Agustus 1945, fokus perjuangan Bung Karno bergeser ke arah pemantapan kesepakatan internal dan diplomasi politik tingkat tinggi, setelah merampungkan rancangan komposisi keanggotaan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada hari sebelumnya.
Bung Karno mengingatkan jangan terkecoh oleh janji-janji Jepang dan PPKI harus menjadi alat perjuangan murni milik rakyat Indonesia.
Dalam Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia:
Kita tidak boleh terkecoh oleh janji-janji Jepang, tetapi kita juga tidak boleh gegabah merusak celah politik yang ada. BPUPKI telah merumuskan dasar rumah kita, dan melalui PPKI kita akan menegakkan atapnya sendiri. Badan ini harus menjadi alat perjuangan murni milik rakyat Indonesia, bukan sekadar panggung sandiwara bagi pemerintah pendudukan.
Oleh karena itu, pada 5 Agustus 1945 ini, Soekarno secara intensif meyakinkan para tokoh pergerakan bahwa PPKI kelak harus langsung menerima dan mengesahkan karya politik BPUPKI tanpa harus memulai perdebatan ideologis dari awal.