Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memperkuat perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Desakan itu disampaikan menyusul tercatatnya 70.239 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di tujuh provinsi terdampak karhutla hingga 17 Oktober 2026.
Pemerintah perlu menjawab keadaan tersebut dengan keputusan yang memberi kepastian bahwa keselamatan anak mendapat perhatian penuh dan dukungan tersedia selama dibutuhkan, kata Puan, dikutip Kamis (22/10/2026).
Puan menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api. Pemerintah pusat dan daerah juga harus memastikan anak-anak terlindungi dari paparan asap, memperoleh layanan kesehatan yang memadai, serta mendapatkan pendampingan hingga masa pemulihan.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan per 17 Oktober 2026, total kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla mencapai 311.363 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70.239 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun atau balita. Sementara itu, kelompok lanjut usia juga terdampak, dengan 49.634 kasus ISPA tercatat pada kelompok tersebut.
Bagi orang tua, anak yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk masalah pernapasan, menghadirkan kecemasan yang sangat dekat dan mendesak, ujar Puan.