Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris Taruna Merah Putih (TMP) Jakarta Barat, Deddy S.T. Pardede, melontarkan kritik terhadap kondisi lingkungan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, ia mengingatkan bahwa rakyat tidak boleh terus-menerus menanggung dampak pencemaran udara dan ancaman penyakit akibat asap kebakaran.
“Api perjuangan jangan biarkan sampai padam. Tapi api yang membakar hutan dan lahan harus segera padam!” tegas Deddy, Selasa (20/10/2026).
Menurut Deddy, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan, menghadapi ancaman kesehatan akibat paparan asap karhutla. Ia menilai, masyarakat seharusnya mendapatkan perlindungan dan akses terhadap udara bersih, bukan justru diminta beradaptasi dengan kondisi udara yang tercemar.
Deddy menggambarkan situasi tersebut sebagai ironi ketika masyarakat harus menghadapi berbagai persoalan sekaligus, mulai dari ancaman kesehatan dan pencemaran lingkungan hingga tekanan ekonomi. Ia mengkritik kebijakan dan praktik yang dinilainya lebih mengutamakan kepentingan pribadi maupun kelompok dibandingkan keselamatan rakyat.

“Rakyat butuh udara bersih, udara sehat, agar otak bisa berpikir jernih bagaimana untuk terus berjuang demi hidup sehari-hari, berjuang untuk melawan segala racun yang disuguhkan setiap hari di segala bidang kehidupan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dapat meningkat akibat paparan asap kebakaran. Karena itu, Deddy mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan warga terdampak, pemulihan kualitas udara, serta penanganan kesehatan masyarakat.
Deddy turut menyampaikan keprihatinan kepada warga yang terdampak karhutla, terutama masyarakat di Kalimantan. Ia berharap warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman.
“Semoga cepat pulih bagi rakyat yang terkena ISPA akibat terpapar asap hasil kebakaran hutan dan lahan yang disengaja,” kata Deddy.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pemerintah harus memastikan masyarakat tidak terus menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat bencana lingkungan. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, pencegahan karhutla, dan pemulihan wilayah terdampak menjadi langkah penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Menutup pernyataannya, Deddy mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat perjuangan di tengah situasi yang dinilainya penuh tantangan. Ia berharap Indonesia segera pulih dari berbagai persoalan yang mengancam kehidupan rakyat.
“Kita doakan bersama untuk Indonesia yang segera pulih dari segala keburukan yang sengaja diciptakan,” pungkasnya.

















































































