Semarang, Gesuri.id Upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kota Semarang terus digencarkan melalui pemanfaatan lingkungan sekitar rumah. Melalui program Budidaya Pekarangan Pangan dan Gizi (Bulir Padi), warga diajak untuk mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri keluarga, mulai dari penanaman tanaman pangan, budidaya ikan lele, hingga pemeliharaan ayam petelur di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Inisiatif tersebut ditekankan untuk membangun ketahanan pangan yang tidak hanya bergantung pada intervensi harga bahan pokok dari pemerintah, melainkan juga bertumpu pada kemandirian masyarakat di tingkat rumah tangga.
Kita perlu membangun rumah pangan mandiri dari tingkat keluarga untuk mengantisipasi potensi gejolak maupun tantangan ekonomi di masa depan, ujar Agustina.
Baca:Kisah PerjuanganGanjardari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Pemanfaatan pekarangan melalui program Bulir Padi dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Program ini berjalan beriringan dengan intervensi stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) lewat skema Kempling Semar.