Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi XIII DPR RI, Ahmad Basarah, menanggapi santai pernyataan kolega komisinya, Edison Sitorus, yang menyebut Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kalah populer dibandingkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila.
Basarah menilai sentilan tersebut sebagai sebuah satire yang memiliki landasan historis yang logis.
Menurut Basarah, perbedaan tingkat pengenalan masyarakat terhadap kedua entitas tersebut sangat dipengaruhi oleh rentang usia berdirinya lembaga masing-masing.
Baca:GanjarPranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Kenapa Pemuda Pancasila lebih dikenal dari BPIP? Itu pertanyaan satire. Meski secara angka bisa dijawab dari rentang waktu berdirinya. Pemuda Pancasila berdiri tahun 1959, berarti sudah 68 tahun usianya, ujar Basarah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII bersama BPIP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).
Basarah membandingkan masa bakti Pemuda Pancasila yang sudah puluhan tahun dengan BPIP yang tergolong lembaga seumur jagung dalam birokrasi Indonesia.
Ia memaparkan bahwa BPIP baru terbentuk pada 2017 melalui Keputusan Presiden (Keppres) tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKK-PIP). Setahun kemudian, statusnya diperkuat menjadi badan melalui Perpres Nomor 7 Tahun 2018.