Ikuti Kami

Once Mekel Soroti Keterlambatan Bonus Atlet dan Dualisme Organisasi Olahraga

Persoalan mendasar di dunia olahraga yang harus segera diselesaikan agar pembinaan atlet daerah berjalan optimal.

Once Mekel Soroti Keterlambatan Bonus Atlet dan Dualisme Organisasi Olahraga
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Once Mekel.

Jakarta, Gesuri.id — Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Once Mekel, menyoroti berbagai persiapan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar di dunia olahraga yang harus segera diselesaikan agar pembinaan atlet daerah berjalan optimal.

Hal tersebut disampaikan Once dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6). Menurutnya, ajang PON harus menjadi jembatan utama untuk melahirkan atlet potensial yang siap bersaing di level internasional.

Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

"Ada harapan dari kita semua agar pelaksanaan PON bisa berhasil, baik dari sisi penyelenggaraan, administrasi, maupun keamanan. Selain itu, ajang ini harus memberikan dampak ekonomi serta mendongkrak prestasi atlet daerah," ujar Once.

Salah satu persoalan krusial yang disoroti politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan (PDI-P) ini adalah maraknya keterlambatan pencairan bonus bagi atlet berprestasi di sejumlah daerah. Menurut Once, apresiasi berupa penghargaan finansial seharusnya diberikan tepat waktu sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para atlet.

"Saya mendengar bahwa penyaluran bonus atlet di daerah sering kali terlambat. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menurunkan semangat mereka untuk terus berprestasi," tuturnya.

Baca: Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana Bukan Janji Doang

Selain perkara bonus, Once mengkritisi fenomena mutasi atau perpindahan atlet antarprovinsi yang kerap terjadi secara mendadak menjelang pelaksanaan ajang olahraga besar. Jika tidak diregulasi dengan ketat, fenomena tersebut dikhawatirkan dapat merusak ekosistem pembinaan atlet asli daerah.

Tak kalah penting, pelantun yang kini menjadi legislator tersebut juga menyentuh persoalan klasik berupa dualisme kepengurusan di sejumlah organisasi cabang olahraga (cabor). Konflik internal yang berlarut-larut dinilai berpotensi besar menghambat program pemusatan latihan dan merugikan masa depan atlet.

"Persoalan tata kelola organisasi yang sehat, profesional, dan transparan menjadi faktor kunci kesuksesan PON XXII 2028 kelak. Pembinaan tidak akan pernah maksimal jika organisasi olahraga kita masih sibuk dengan konflik internal," kata Once menegaskan.

Quote