Jakarta, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Charles Honoris, mengingatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Nanik S. Deyang, agar tidak sekadar berfokus mengejar target jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Charles menilai, aspek yang jauh lebih krusial dalam pelaksanaan program tersebut adalah kualitas gizi, mutu makanan yang disajikan, serta efektivitas pengawasan secara berkala di lapangan.
"Yang lebih penting adalah kualitas gizi yang diterima anak-anak, kualitas makanan yang disajikan, dan efektivitas pengawasannya. Jangan sampai yang dikejar hanya angka-angka, sementara kualitas programnya tertinggal," ujar Charles saat dihubungi pada Rabu (3/6).
Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri
Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan (PDI-P) itu menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak dapat diukur secara kuantitatif semata, seperti besarnya serapan anggaran atau banyaknya jumlah penerima manfaat yang tercatat di atas kertas. Oleh karena itu, Charles berharap perombakan pimpinan di tubuh BGN dapat menjadi momentum strategis untuk membenahi tata kelola program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk. Program sebesar ini tidak bisa hanya diukur dari berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak penerima manfaat yang dicatat," tutur Charles menegaskan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk merombak total jajaran pimpinan BGN. Presiden memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, beserta dua Wakil Kepala BGN, yakni Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung.
Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda
Sebagai gantinya, Kepala Negara menunjuk Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, untuk memimpin badan tersebut. Dalam menjalankan tugasnya, Nanik akan didampingi oleh dua wakil kepala baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa keputusan penyegaran organisasi ini diambil oleh Presiden Prabowo setelah melalui proses pemantauan (monitoring) dan evaluasi mendalam terhadap kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir.
"Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada Selasa, 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

















































































