Jakarta, Gesuri.id -Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) harus memetakan kebutuhan beras, jagung, dan gula secara komprehensif, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun persediaan (stok) jangka pendek, menengah, dan panjang.
Pemetaan ini dinilai krusial agar target swasembada pangan dan penghentian impor pada 2026 dapat diukur secara realistis.
Kita tak usah berpikir ekspor dulu. Biaya produksi produk pertanian kita masih sangat tinggi. Ayok diukur konsumsi dan stok sekaligus kebutuhan lahannya, agar target swasembada di tahun 2026 ini bisa kita wujudkan bersama, tegas Ketua Panitia Kerja (Panja) Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, dikutip Jumat (6/2).
Penegasan tersebut disampaikan Alex saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan agenda penjelasan mengenai alih fungsi lahan pada sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.
Alex mengingatkan pentingnya pemetaan kebutuhan swasembada dan lahan, mengingat semakin amburadulnya peruntukan lahan di Indonesia dalam satu dekade terakhir, khususnya di wilayah yang selama ini menjadi lumbung pangan nasional.