Andreas Eddy Susetyo Kritik Minimnya Kehadiran Negara di SLB: "Jangan Ada Diskriminasi Anggaran"

Andreas mendapati ruang kelas yang lapuk, area vokasi tanpa pintu dan jendela, hingga minimnya alat penunjang belajar bagi ABK.
Kamis, 07 Mei 2026 07:16 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Malang, Gesuri.id Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, mengkritik keras masih minimnya perhatian negara terhadap lembaga pendidikan disabilitas, khususnya Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dikelola oleh masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan reses ke SLB YPAC Malang, Rabu (6/5).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini menyaksikan langsung kondisi fasilitas sekolah yang berdiri sejak 1956 tersebut. Andreas mendapati ruang kelas yang lapuk, area vokasi tanpa pintu dan jendela, hingga minimnya alat penunjang belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Baca:Terobosan dan Torehan Segudang PrestasiGanjarPranowo

Andreas menegaskan bahwa anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN seharusnya dirasakan secara merata oleh SLB, tanpa memandang status sekolah negeri maupun swasta sosial. Menurutnya, sekolah yang dikelola yayasan justru sering kali menjadi garda terdepan dalam membantu kelompok rentan.

Baca juga :