Andreas Eddy Susetyo Kritik Tata Kelola Kelistrikan Nasional 

Andreas menekankan pentingnya keseimbangan antara penugasan negara dengan kesehatan finansial perusahaan.
Minggu, 05 April 2026 23:17 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, mengkritik tata kelola kelistrikan nasional saat memimpin kunjungan kerja evaluasi kinerja PT PLN Nusantara Power di Jawa Timur, Kamis (2/4).

Politisi PDI-Perjuangan ini menyoroti fenomena ironis di mana proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang dikerjakan pihak swasta (Independent Power Producer/IPP) justru tampak lebih dominan dibandingkan perusahaan pelat merah.

Andreas menekankan pentingnya keseimbangan antara penugasan negara dengan kesehatan finansial perusahaan. Ia mempertanyakan posisi PLN yang sering kali kalah bersaing dengan pihak swasta, padahal IPP pun kerap mengandalkan pinjaman perbankan.

Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Ini kan sebetulnya sangat ironis. Masa suatu perusahaan besar milik negara kalah dengan swasta? Intinya adalah bagaimana agar PLN dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada rakyat tetapi juga tidak membebani keuangan negara, tegas Andreas kepada Parlementaria.

Baca juga :