Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, melontarkan kritik keras terhadap postur Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 milik Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Ia menilai alokasi anggaran kedua kementerian tersebut melenceng dari amanat Presiden karena mayoritas dana habis tersedot untuk Dukungan Manajemen (Dukman) yang berisi gaji dan biaya operasional birokrasi.
Putra menyoroti postur anggaran Kemenekraf tahun 2027 di mana porsi Dukman mencapai 77,2 persen. Kondisi ini dinilai ironis mengingat Kemenekraf kerap menggaungkan tagline sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo
Kalau kita bicara tentang tagline-nya mesin pertumbuhan, bagaimana kita bisa mengandalkan mesin pertumbuhan ini kalau program dan anggaran yang ada hanya bisa dilakukan untuk memanaskan mesin saja? Mau jalan juga tidak bisa, tegas Putra dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI.