Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Angie Natesha Goenadi, menyatakan penonaktifan PBI telah berdampak langsung pada keselamatan pasien, khususnya penderita gagal ginjal yang bergantung pada layanan cuci darah.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 160 pasien mulai kehilangan akses layanan medis yang menyangkut nyawa.
Perempuan yang akrab disapa Teh Angie itu menegaskan, persoalan administrasi tidak boleh mengalahkan hak hidup warga negara. Ia mengingatkan bahwa negara wajib hadir secara cepat dan nyata dalam menjamin keselamatan rakyat.
Baca:GanjarPranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Dalam negara yang berlandaskan Pancasila, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Tidak boleh ada satu pun warga negara yang kehilangan hak hidupnya hanya karena persoalan validasi data administratif. Negara wajib hadir secara nyata, cepat, dan berpihak kepada rakyat kecil, tegas Teh Angie dalam keterangan tertulisnya, Jumat 6 Februari 2026.