Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, kembali menegaskan komitmen ideologis PDI Perjuangan dalam menjaga keutuhan bangsa dan nilai-nilai konstitusi melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja politik PDI Perjuangan yang secara konsisten menempatkan ideologi Pancasila dan UUD 1945 sebagai roh perjuangan partai.
Ina Ammania menekankan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memisahkan kerja politik dengan penguatan ideologi kebangsaan. Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan dasar perjuangan politik PDI Perjuangan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan menjaga persatuan nasional.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte
“Bagi PDI Perjuangan, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi alat perjuangan untuk menjaga ideologi bangsa dan menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat,” tegas Ina Ammania di hadapan peserta sosialisasi, Kamis (5/2).
Ina menyampaikan bahwa UUD 1945 menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan sikap politik PDI Perjuangan di parlemen. Ia menegaskan, Fraksi PDI Perjuangan secara konsisten mengawal amanat konstitusi, terutama dalam hal perlindungan kelompok rentan, penguatan kesejahteraan sosial, pendidikan, serta kehidupan keagamaan yang harmonis—bidang-bidang yang menjadi ruang lingkup Komisi VIII DPR RI.
Menurut Ina, di tengah meningkatnya polarisasi politik dan menguatnya politik identitas, penguatan Empat Pilar Kebangsaan menjadi semakin penting. Ia menilai, PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab historis sebagai partai ideologis untuk memastikan Pancasila tetap menjadi dasar dalam kehidupan politik nasional.
“PDI Perjuangan lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa. Karena itu, menjaga Pancasila dan UUD 1945 bukan sekadar kewajiban konstitusional, tetapi panggilan ideologis,” ujarnya.
Ina juga menegaskan bahwa komitmen terhadap NKRI merupakan harga mati bagi PDI Perjuangan. Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya harus dikelola dengan semangat persatuan, bukan dijadikan alat politik yang memecah belah masyarakat.
Dalam konteks Bondowoso, Ina menilai penguatan nilai kebangsaan sangat relevan mengingat peran strategis masyarakat akar rumput dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Ia mendorong kader PDI Perjuangan, simpatisan, serta masyarakat umum untuk menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan persatuan di tingkat lokal.
“Bondowoso adalah contoh miniatur Indonesia. Jika nilai Pancasila hidup di sini, maka Indonesia akan tetap kuat,” katanya.
Baca: Ganjar Tegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar ini berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen warga menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan kebangsaan dan kehidupan demokrasi. Ina menilai dialog tersebut sebagai bagian penting dari pendidikan politik yang sehat dan berlandaskan ideologi bangsa.
Menutup kegiatan, Ina Ammania menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja-kerja ideologis dan kerakyatan. Ia berharap sosialisasi Empat Pilar tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi mampu memperkuat kesadaran politik masyarakat yang berakar pada nilai Pancasila dan konstitusi.
“PDI Perjuangan akan selalu berdiri di garis ideologi Pancasila, menjaga UUD 1945, dan memastikan politik tetap berpihak pada rakyat,” pungkasnya.

















































































