Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Hj. Selly Andriany Gantina mendesak pembentukan timsus mengevaluasi desil secara masif. Langkah ini sebagai respon anomali desil yang terjadi dan mengancam penerima KIP.
Selain itu, Selly meragukan kualitas data, metodologi, proses pemutakhiran, hingga verifikasi sistem Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penentuan desil masyarakat.
Hasil sistem bertentangan dengan fakta yang kasat mata di lapangan, yang harus diperiksa adalah kualitas datanya, metodologinya, proses pemutakhirannya, dan mekanisme verifikasinya, kata Selly Gantina dalam siaran persnya, Selasa (25/8/2026).
Sebelumnya sejumlah masyarakat mulai menemukan adanya perbedaan data desil dengan realita lapangan. Salah satunya Timbul (49) tukang becak di Kulon Progo, Yogyakarta yang tercatat desil nya berubah dari 1 ke 9. Temuan ini mengancam anaknya yang kini diterima kuliah lantaran tak mendapatkan beasiswa.