Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Ansari, meminta pemerintah segera memperkuat sistem perlindungan anak di satuan pendidikan agar sekolah kembali menjadi ruang yang aman.
Ansari menegaskan bahwa penanganan kasus perundungan tidak boleh hanya bersifat reaktif saat viral, melainkan harus menjadi agenda nasional yang sistematis dan berkelanjutan.
Kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan yang ramai di Bekasi itu tentu akan berdampak serius terhadap kondisi fisik, psikis, dan masa depan anak. Kasus ini menunjukkan bahwa sistem perlindungan anak di satuan pendidikan masih memerlukan penguatan serius, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga negara yang lebih efektif dan berkelanjutan, kata Ansari, Senin (26/1/2026).
Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir wilayah Bekasi digegerkan dengan sederet kasus dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah. Kasus pertama, viral video di media sosial seorang pelajar di kawasan Bojongmenteng, Rawalumbu, Bekasi, menangis histeris di pangkuan orang tuanya karena diduga menjadi korban perundungan (bullying) hingga membuatnya trauma dan menolak kembali ke sekolah.
BaCa:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar