Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Suwendra, memberikan tanggapan tegas terkait ancaman krisis pangan dan potensi lonjakan harga akibat mundurnya musim tanam tahun ini.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino menyebabkan musim hujan bergeser dan mundur dari jadwal biasanya.
Apabila musim tanam mundur, otomatis panennya pun akan mundur. Padahal pada medio Maret-April kita akan memasuki momen Lebaran Idulfitri, di mana permintaan masyarakat akan kebutuhan pangan dipastikan meningkat tajam. Kami mengkhawatirkan kondisi ini akan memicu lonjakan harga di tingkat konsumen jika tidak diantisipasi dari sekarang, ujar Suwendra, Jumat (9/10/2026).
Suwendra menilai mundurnya musim hujan berdampak langsung pada pergeseran musim tanam padi pangan yang seharusnya dimulai pada periode OktoberDesember. Pergeseran jadwal tanam tersebut secara otomatis akan menyebabkan mundurnya musim panen raya yang semula diproyeksikan terjadi pada FebruariMaret.
Menurut Suwendra, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan stok beras cadangan yang tersimpan di gudang-gudang Bulog. Apalagi dalam konsep swasembada pangan, Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan beras impor dari luar negeri dan mengandalkan hasil panen dalam negeri. Jika pergeseran musim tanam ini tidak diantisipasi sejak dini, stok beras di gudang Bulog dikhawatirkan akan cepat terkuras dan berdampak serius pada stabilitas harga.