Ikuti Kami

Rudianto Tjen Desak Pemda Babel Prioritaskan Penanganan Dampak El Nino

"Sudah banyak keluhan dari masyarakat tentang sudah 7 bulan nih belum pernah hujan. Kebun-kebun kita sudah tidak produktif."

Rudianto Tjen Desak Pemda Babel Prioritaskan Penanganan Dampak El Nino
Anggota Komisi I DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Bangka Belitung, Rudianto Tjen.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Bangka Belitung, Rudianto Tjen, mendesak pemerintah daerah di Bangka Belitung (Babel) menjadikan penanganan dampak El Nino sebagai program prioritas, terutama untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat. 

Desakan ini menyusul kekeringan berkepanjangan yang berdampak pada aktivitas ekonomi warga, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan hingga pertambangan timah rakyat.

"Sudah banyak keluhan dari masyarakat tentang sudah 7 bulan nih belum pernah hujan. Kebun-kebun kita sudah tidak produktif, teman-teman penambang timah tidak punya air, sehingga ini sangat mengganggu perekonomian masyarakat, terutama warga kurang mampu yang mata pencahariannya untuk makan sehari-hari mulai terganggu," kata Rudianto, Kamis (29/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rudianto dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat. Ia menyoroti dampak kekeringan yang telah berlangsung sekitar tujuh bulan dan semakin membebani kehidupan warga. Minimnya pasokan air tidak hanya menghambat kegiatan pertanian dan perkebunan, tetapi juga mengganggu aktivitas penambangan timah rakyat yang bergantung pada ketersediaan air.

Menurut Rudianto, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh kepala daerah di Bangka Belitung. Pemerintah daerah diminta tidak sekadar merespons keluhan masyarakat, tetapi juga menyusun langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengantisipasi dampak kekeringan, khususnya bagi warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Rudianto mengaku telah menginstruksikan seluruh kader PDI Perjuangan di wilayah yang mengalami kekeringan agar aktif membantu penyaluran air bersih. Distribusi dilakukan dengan memanfaatkan truk tangki dan penampungan air berukuran besar untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga di tengah terbatasnya pasokan air. Terlebih, kekeringan yang berkepanjangan turut mengancam penghasilan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor-sektor produktif.

Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari Irwan, salah seorang warga Sungailiat. Ia menilai kehadiran wakil rakyat yang turun langsung membantu masyarakat merupakan bentuk perhatian nyata di tengah kesulitan yang dihadapi warga.

"Pertama, kita tentu apresiasi Bapak di tengah kesibukannya masih menyempatkan diri turun ke masyarakat dan melakukan sesuatu yang baik. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat kita," ujar Irwan.

Irwan berharap upaya penanggulangan kekeringan tidak hanya dilakukan oleh kader PDI Perjuangan, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dan partai politik. Menurutnya, krisis air bersih merupakan persoalan bersama yang membutuhkan semangat gotong royong tanpa memandang perbedaan politik.

"Saran saya, tidak hanya kader PDI Perjuangan, tentunya kader-kader dari partai lain juga harus membantu,karena ini untuk kepentingan masyarakat keseluruhan. Mari saling membantulah dengan kegiatan seperti ini," katanya.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas partai dan elemen masyarakat penting untuk memperluas jangkauan bantuan sehingga semakin banyak warga yang dapat terbantu. Dengan kerja sama tersebut, penanganan dampak kekeringan di Bangka Belitung diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Di tengah ancaman kekeringan berkepanjangan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, wakil rakyat, partai politik, dan masyarakat diperlukan agar penanganan El Nino tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga mencakup langkah antisipasi untuk melindungi kehidupan dan perekonomian warga.

Quote