Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, mendesak pemerintah untuk memperluas cakupan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Menurutnya, penanggulangan karhutla tidak boleh berhenti pada upaya pemadaman semata, melainkan harus mencakup pemantauan kualitas lingkungan serta langkah pemulihan pascakebakaran secara berkelanjutan.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyoroti risiko besar dari karhutla yang terjadi di tengah kondisi cuaca kering. Ia menilai dampak lingkungan yang ditimbulkan sangat luas dan berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat.
Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo
Situasi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan perlu menjadi perhatian serius, bukan hanya dari sisi pemadaman tetapi juga dampak lingkungannya. Kebakaran di tengah cuaca kering berpotensi memengaruhi kualitas udara, kondisi tanah dan air, hingga ekosistem di wilayah terdampak, tegas Shanty.